H. Yuza Yanis Chaniago
12 Oktober 1968 - Sekarang
H. Yuza Yanis Chaniago adalah seniman, pengelola seni, dan tokoh budaya Kalimantan Barat yang melanjutkan estafet kepemimpinan Lembaga Seni Bougenville setelah pendirinya, H. Muhammad Yanis Chaniago. Sebagai generasi penerus, ia memadukan warisan nilai tradisi dengan pendekatan manajemen seni yang lebih modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Berkembang di lingkungan keluarga seni, H. Yuza Yanis Chaniago telah bersentuhan langsung dengan dunia tari dan musik tradisional sejak usia dini. Proses pembelajaran yang ia jalani tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menanamkan pemahaman mendalam tentang filosofi, nilai budaya, dan tanggung jawab sosial seorang seniman dalam menjaga identitas daerah.
Di bawah kepemimpinannya, Sanggar Bougenville berkembang menjadi Lembaga Seni Bougenville, dengan cakupan kegiatan yang lebih luas dan terstruktur. Ia memperkuat fungsi lembaga tidak hanya sebagai tempat latihan, tetapi juga sebagai pusat edukasi, produksi karya, pengembangan sumber daya manusia seni, serta diplomasi budaya.
H. Yuza Yanis Chaniago aktif mendorong pembaruan dalam sistem pelatihan dan pertunjukan, dengan tetap berpijak pada akar tradisi Melayu Kalimantan Barat. Berbagai karya tari dan musik yang ditampilkan di masa kepemimpinannya dikemas secara kreatif, sehingga mampu diterima oleh generasi muda tanpa kehilangan nilai dan pakem budaya.
Di tingkat nasional dan internasional, ia turut mengantarkan Lembaga Seni Bougenville tampil dalam berbagai event budaya, festival, serta program pertukaran seni. Melalui peran ini, Bougenville tidak hanya menjadi lembaga pembinaan seni, tetapi juga duta budaya Kalimantan Barat di berbagai forum.
Selain fokus pada pertunjukan, H. Yuza Yanis Chaniago juga memberi perhatian besar pada pembinaan karakter dan regenerasi seniman. Ia membuka ruang bagi anak-anak dan remaja untuk belajar seni sebagai sarana pendidikan, disiplin, dan pembentukan jati diri, sekaligus memastikan kesinambungan pelestarian budaya daerah.
Dengan visi yang berorientasi pada keberlanjutan, H. Yuza Yanis Chaniago terus mengembangkan Lembaga Seni Bougenville sebagai institusi budaya yang responsif terhadap perubahan zaman, namun tetap teguh menjaga nilai-nilai luhur tradisi. Kepemimpinannya menjadi jembatan antara warisan pendiri dan masa depan seni budaya Kalimantan Barat.